Kamis, 23 Februari 2017

Pemakaman Muslim Firdaus Taman Firdaus Memorial Park

Terkait Rekomendasi Syar’i, MUI Pusat Tinjau Lokasi Firdaus Memorial Park


Layanan Mobil Jenazah Gratis Layanan Pengurusan Jenazah Ambulance Gratis Jasa Ambulance Ambulance Gratis Bandung Pemakaman Asri Pemakaman Muslim Bandung Wakaf Pemakaman Islam Pemakaman Sesuai Syariah Taman Firdaus Memorial Park


Pengelola (Nazhir) WakafPro 99 – Sinergi Foundation yang diwakili  Asep Irawan (Direktur WakafPro 99), HB Sungkaryo (GM Marketing Communications), Taufiq Hidayat (Public And Media Relation), menerima kunjungan resmi dari Pengurus  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jum’at, 10 Juli 2014.

Bertempat di Aula Training Centre WakafPro 99, Jl. Sidomukti 99, Bandung, silaturahim membahas rencana diterbitkanya Surat Rekomendasi Syar’i untuk Program Taman Wakaf Pemakaman Muslim Firdaus Memorial Park.

Selain verifikasi administrative, pihak MUI Pusat yang terdiri dari Wakil Ketua Komisi Fatwa   Prof. Drs. H, H. Nahar Nahrawi, MM dan  Sekretaris Komisi Fatwa, Dr. H.M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA, mengagendakan peninjauan lapangan langsung ke lokasi Taman Wakaf Pemakaman Muslim “Firdaus Memorial Park”.

“Selepas kunjungan lapangan, kita akan membawa hasilnya ke sidang Komisi fatwa. Prinsipnya, kami mengapresiasi keberadaan program ini,” kata Asrorun Ni’am Soleh, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat.

Layanan Mobil Jenazah Gratis Wakaf Pemakaman Islam Firdaus Memorial Park Bandung Ambulance Gratis Bandung

Kiprah Fenomenal WakafPro 99

Layanan Mobil Jenazah Gratis Layanan Pengurusan Jenazah Ambulance Gratis Jasa Ambulance Ambulance Gratis Bandung Pemakaman Asri Pemakaman Muslim Bandung Wakaf Pemakaman Islam Pemakaman Sesuai Syariah Taman Firdaus Memorial Park

“Potensi wakaf ini seperti ‘harimau tidur’. Selama ini yang digemborkan adalah zakat-infak, padahal bila potensi ini digali lebih maksimal, sangat mungkin berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,”

Demikian sepenggal pendapat yang menjadi spirit Direktur Lembaga Wakaf Produktif (WakafPro 99) - Sinergi Foundation, Asep Irawan dalam menakhodai program lembaganya yang concern di bidang wakaf.

“Bagaimana tidak, bila berbicara potensi, wakaf memiliki sumber yang lebih besar dari Zakat Infak Shadaqah (ZIS). Selain ia tidak dibatasi oleh persentase, dan waktunya tidak mengenal haul atau waktu,” ungkap Asep Irawan di sepenggal Januari 2015.

Apalagi, tambah Asep, wakaf memiliki dampak berkelanjutan. Bisa jadi wakafnya sekali, tapi dampaknya berkali-kali, berkelanjutan. Sehingga kebaikan demi kebaikan dari para wakif terus berjalan.

Hanya saja, Menurut Asep bagaimana kemudian keberadaan lembaga wakaf itu sendiri bisa menumbuhkan kepercayaan, agar pewakif (orang yang berwakaf) mau menyalurkan dananya. Satu di antara hal yang dapat menjaga kepercayaan wakif dengan terdaftar di Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Alhamdulillah kita sudah mendapatkan izin operasional berupa Sertifikat Wakaf dengan Nomor Pendaftaran; 3.00056/15 April 2015-2019,” lanjutnya.

Wakafpro99 sendiri lahir dari rahim Dompet Dhuafa Jabar – Sinergi Foundation yang  saat itu, masih fokus mengelola dana Zakat Infak Wakaf (Ziswaf). Sejak digulirkan program wakaf produktif pada 2009, Wakafpro99 mulai khusus dan serius mengurus wakaf dan terpisah dari penghimpunan dana zakat, infak, dan shadaqah.

Mulailah WakafPro 99 – Sinergi Foundation berkiprah. Di tahun itu pula, ia mendapati mindset dan paradigma baru tentang dunia wakaf. Bahwasannya wakaf itu bisa diproduktifkan, dan bahkan memang secara fikih, wakaf itu memang harus berkembang. Namun demikian, wakaf produktif masih menjadi barang baru bagi masyarakat. Maka tatkala digulirkan, memang dari awal masih butuh diedukasi. Mengajak mereka, bahwa ternyata wakaf dalam bentuk uang itu bisa. Dan wakafnya itu sendiri bisa diusahakan dalam pelbagai bidang.

Berdasarkan tren yang ada sejak 2005-2011, Asep menyebutkan program wakaf memang punya tren kenaikan signifikan daripada ZIS. Setidaknya Asep mencatatkan, untuk 2014, kenaikan penghimpunan Wakaf Wakafpro99 – Sinergi Foundation ada di angka 70 persen. Tahun 2013, kenaikannya sebesar 89,43 persen. Sementara di tahun 2012, kenaikan di angka 46,8 persen. Artinya, Asep menyimpulkan, di tahun-tahun terakhir wakaf memiliki tren kenaikan positif, dan terus berkembang.

Aset yang dimiliki Wakafpro99 – Sinergi Foundation pun terus bertambah. Mulai dari wakaf gedung yang disewakan dan menghasilkan profit yang lumayan besar dari gedung yang dinamakan Gedung Wakaf. Ada juga pengelolaan Apotek, hingga usaha pakaian dan makanan yang terus dikelola secara profesional.

“Di Sinergi Foundation ada fenomena, dulu kata Ziswaf itu karena memang perolehan zakat nomor satu, infak nomor dua, dan wakaf nomor tiga. Tapi di tahun 2014 tren itu berubah, wakaf naik satu tingkat. Saya optimis, dengan target dan strategi fundraising, wakaf bisa leading,” lanjut Asep.



Di tahun 2015, Sinergi Foundation sebagai lembaga yang menaungi Wakafpro99 ini menargetkan penghimpunan sebesar 25 miliar. Dengan rincian wakaf 14 miliar, zakat 6,5 miliar, dan infak 4,5 miliar. Tentunya ini menjadi tantangan tersendiri, dan membutuhkan strategi khusus. Karena dibandingkan tahun lalu, prosentase kenaikannya di atas 100 persen.  

Tentu tak sembarang angka itu dicantumkan, bersama tim, ia sudah menyiapkan beberapa strategi agar dapat menghimpun dana dari masyarakat. Satu di antaranya, tahun 2015 nanti, Sinergi akan masuk ke Jakarta, khusus menggalang dana wakaf.

“Mengapa jakarta, karena di dunia perzakatan, sebenarnya perputaran uang kepedulian masyarakat, secara makro menyeluruh, kurang lebih 90 persen beredar di Jakarta. Dengan perputaran itu, ini pasti berdampak pada kepedulian sosial yang ada di jakarta, baik personal maupun corporate,” lanjut Asep.

Pendapat ini juga didukung oleh hasil dari pendapatan lembaga ZISWAF lainnya yang, menurut Asep, berhasil menghimpun dana hingga 200 miliar. Angka itu 60 persennya didapatkan di JABODETABEK. Artinya, lanjut Asep, strategi Sinergi di tahun 2015 harus melangkah ke sana, untuk menebarkan manfaat lebih besar. Juga lingkup Sinergi kini lebih luas, tak sekadar Jawa Barat.



Sementara di Bandung sendiri, Asep mengatakan, geliat wakaf masih bagus dan akan dikembangkan terus. Karena potensinya masih besar dan belum tergali secara maksimal. Diharapkan dengan pelbagai varian program di tahun 2015 ini, Wakafpro99 bisa menghimpun donasi lebh besar lagi, karena program yang disajikan ada dari pelbagai aspek.



Beberapa wakaf produkti yang dikelola di tahun 2015 sudah mulai berjalan dan menghasilkan seperti : Wakaf kebun dan pohon, wakaf peternakan kambing, wakaf penyewaan ruko dan bangunan, wakaf penyewaan gedung kantor, wakaf pengelolaan bisnis pakaian muslim. Hasil dari wakaf tersebut akan dioptimalkan untuk membiayai wakaf-wakaf sosial, pendidikan, dan kesehatan.

Di bidang  kesehatan misalnya, ada mega proyek Rumah Sehat Ibu dan Anak (RSIA) Wakaf. Di ranah pendidikan ada rencana membangun Beasiswa Pemimpin Bangsa (BPB) Building. Di lingkup pemberdayaan ekonomi masyarakat, ada sedekah produktif kambing, wakaf produktif sawah 10 hektare, program wakaf produktif Pohon Jabon. Adapun program pengembangan sosial (Social Development) ada program Taman Wakaf Pemakaman Muslim Firdaus Memorial Park (FMP)  dan Madinatul Quran. “Seluruhnya bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” tandas Asep.



“Untuk sosialisasi akan kita kuatkan di media. Yakni dengan membuat situs khusus di setiap programnya. Termasuk untuk media di darat seperti Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) update dan FMP update,” kata Asep.

Ke depannya, Asep Irawan juga menerangkan modifikasi program, yakni penambahan nilai wakaf sebesar 10 persen untuk operasional. “Karena pokok wakaf tidak boleh digunakan untuk operasional. Dengan demikian, wakif juga ikut berpartisipasi dalam mensosialisasikan program wakaf sebagai amal mereka,” tandas Asep.



Program Fenomenal

Pembaca tentu pernah mendengar Taman Wakaf Pemakaman Muslim Firdaus Memorial Park. Program fenomenal yang digagas WakafPro 99 – Sinergi Foundation, lalu kemudian diluncurkan di pengujung 2013 lalu ini demikian menyedot perhatian segenap kaum peduli.

“Masalah pemakaman ini rupanya sudah menjadi masalah yang begitu kompleks bagi seluruh lapisan masyarakat. Bagi kaum dhuafa bahkan jauh lebih rumit, sebab mereka harus sanggup menyediakan dana yang mencapai jutaan rupiah untuk dapat memakamkan sanak saudaranya dengan layak,”ungkap Direktur WakafPro 99 – Sinergi Foundation, Asep Irawan.

Selain tingginya biaya pemakaman yang menjadi permasalahan pemakaman di Indonesia, beberapa faktor lain yang juga cukup berpengaruh, dan penting untuk dipikirkan solusinya antara lain: Ketersediaan lahan pemakaman yang semakin sempit, suasana pemakaman yang memunculkan kesan angker, hingga penanganannya yang tidak sesuai syariat. Padahal bagi kaum muslim, mengurus jenazah dan menyediakan lahan pemakaman hukumnya adalah fardhu kifayah. Wajib bagi orang-orang muslim di sekitar tempat tinggalnya.

Ikhtiar mewujudkan Taman Wakaf Pemakaman Muslim “Firdaus Memorial Park”, Lembaga Wakaf Produktif (WakafPro 99), sebagai penggagas sekaligus pengelola, menggalang dana wakaf dari segenap kaum peduli. Dengan Rp 10 juta, para pewakaf (waqif), akan memeroleh benefit, antara lain: 2 kavling pemakaman untuk pihak keluarga waqif, 2 kavling pemakaman untuk keluarga dhuafa.




Untuk lahan Taman Wakaf Pemakaman Muslim “Firdaus Memorial Park”, kata Asep, Alhamdulillah saat ini telah dibebaskan lahan seluas 7 ha di Desa Ciptagumati Kec. Cikalong Wetan Kab. Bandung Barat. “Apabila Anda melalui tol Cipularang, lahan ini terletak tepat di KM 106,300-105,700 Tol Purbaleunyi arah Jakarta. Lahan pun tengah dalam proses land clearing dan pematangan,” katanya.

Firdaus Memorial Park Bandung Pemakaman Sesuai Syariah Islam Pemakaman Muslim Bandung Memorial Park Jawa Barat Pemakaman Muslim FIrdaus

Konferensi (Filantropi Islam) Asia-Afrika ke-3


Layanan Mobil Jenazah Gratis Layanan Pengurusan Jenazah Ambulance Gratis Jasa Ambulance Ambulance Gratis Bandung Pemakaman Asri Pemakaman Muslim Bandung Wakaf Pemakaman Islam Pemakaman Sesuai Syariah Taman Firdaus Memorial Park



3rd International Islamic Philantrophy - Wakaf Pro 99 - Sinergi Foundation

Tinta sejarah mencatat, betapa ‘Semangat Bandung’ (Spirit of Bandung) yang terpancar dari para pemimpin negeri Asia dan Afrika  yang berkumpul 18-24 April 1955 silam di gedung Concordia (sekarang museum Asia-Afrika) Bandung, masih terus memendar hingga kini, setelah 60 tahun berlalu. Jika dulu yang bertatap muka adalah para kepala negara, kini sedikit berbeda. Warga biasa, lintas negara. Mewakili Asia Tenggara, bahkan juga  dari Afrika. Para pegiat filantropi Islam, yang tengah berikhtiar untuk sebuah cita-cita. Menjadi bagian dari solusi atas ragam problematika kemanusiaan yang ada di pelbagai belahan dunia.

Membincang Filantropi (kedermawanan) Islam, wakaf adalah satu di antaranya, selain Zakat, Infak Sedekah, dan dana kemanusiaan lainnya. Data Kementerian Agama tahun 2012 mencatat, aset wakaf nasional mencapai 3,49 miliar meter persegi tanah, di 420.003 titik di seluruh nusantara. Bila dirupiahkan, dengan asumsi harga tanah hanya Rp100 ribu per meter persegi, nilainya mencapai Rp 349 triliun. Fantastis!

Belum lagi dengan disahkannya Undang-Undang Wakaf Nomor 41 Tahun 2004 yang mengakui keabsahan wakaf uang. Dengan asumsi 100 juta penduduk muslim Indonesia mau berwakaf Rp100 ribu per bulan, maka wakaf uang yang bisa dikumpulkan per tahun mencapai Rp120 triliun per tahun. Bayangkan berapa besar keuntungan yang bisa diperoleh jika uang sebanyak itu diinvestasikan agar lebih produktif, untuk kelangsungan program-program sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Demikian seperti disampaikan Direktur Eksekutif Badan Wakaf Indonesia (BWI), Drs Achmad Djunaedi, dalam artikelnya “Memproduktifkan Aset Wakaf Nasional”.

Meski begitu, faktanya, aset tanah wakaf yang sedemikian luas itu  masih belum optimal dikelola secara produktif. Sebagian besar masih menengadahkan tangan untuk menutupi biaya operasionalnya. Bicara aset dan potensi wakaf, Indonesia bisa berbangga hati. Namun saat disinggung soal pengelolaan dan manajerial, harus diakui bahwa kita belum mumpuni.

Bahkan, dengan negeri jiran Singapura misalnya, pengelolaan wakaf negeri ini masih tertinggal. Melalui perusahaan Warees Investments, dimana seluruh sahamnya dimiliki Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS), umat Islam di negeri singa itu sudah memiliki asset wakaf produktif berupa: 114 ruko, 30 perumahan, dan 12 gedung apartemen dan perkantoran. Keuntungan dari pengelolaan wakaf produktif tersebut digunakan untuk membiayai operasional masjid, madrasah, beasiswa, dan lain-lain.

Di Malaysia, Kumpulan Waqf An-Nur sukses membangun beberapa klinik dan Rumah sakit. Hasil dari keuntungan waqf mereka gunakan untuk kepentingan anak yatim beasiswa, orang miskin, anak yatim dan lain-lain.

Di Arab Saudi, tahun 2010 lalu, International Islamic Relief Organization Saudi Arabia (IIROSA), meluncurkan sedikitnya 6 proyek wakaf produktif senilai SR 470 juta, dengan proyeksi keuntungan SR 45 juta. Keuntungan dari proyek-proyek tersebut dipergunakan untuk kepentingan sosial umat.

Lihatlah Proyek Bayt Allah Waqf, berupa  11 lantai rumah dan gedung komersial. Keuntungan dari proyek ini digunakan membangun 370 mesjid di 18 negara. Belum lagi The Orphan Waqf, hotel 30 lantai yang keuntungannya digunakan untuk membiayai anak-anak yatim di 28 negara. The Educational Care Waqf, sebuah tower 22 lantai, yang keuntungannya digunakan untuk membiayai 30 institusi pendidikan di seluruh dunia.

Masih ada lagi, Social Development Waqf, gedung 10 lantai yang keuntungannya digunakan untuk program rehabilitasi dan pelatihan keterampilan untuk satu juta orang di 97 negara. Dan The Da’wa Waqf, gedung 28 lantai yang keuntungannya akan digunakan untuk beasiswa 13000 mahasiswa, 720 mubaligh di 365 Center-center Islam di seluruh dunia. Plus The Health care waqf, gedung 25 lantai, dimana  keuntungan dari hasil pengelolaan gedung itu akan dipergunakan untuk kepentingan kesehatan 33 juta orang di 285 Rumah sakit.

Belum termasuk potensi Zakat, Infak-Sedekah dan dana kemanusiaan lainnya.

3rd International Islamic Philantrophy

“Bicara filantropi Islam: Zakat, Infak Sedekah dan Wakaf (ZISWAF), tentu tak selesai dalam 1-2 hari perbincangan. Penerapan model filantropi Islam di berbagai negara memiliki kekhasan masing-masing. Hal ini tak lepas dari kultur masyarakat maupun sistem pemerintahannya.  Oleh karena itu, dibutuhkan pemaparan dan diskusi untuk memperkaya pandangan dalam penghimpunan hingga pengelolaan dana ummat ini,” Kata Kushardanta Susilabudi, SE., MM., Direktur IMZ, penyelenggara perhelatan ini.

Masih menurut Kushardanta, silaturahmi dan menimba ilmu diantara para pegiat ZISWAF Asia Tenggara kerap diselenggarakan tidak sekedar untuk benchmarking tetapi juga meningkatkan sinergitas pengelolaan sumber daya umat. Rangkaian kerjasama ini, katanya, merupakan cerminan kesadaran untuk lebih dapat mengoptimalisasi pemanfaatan zakat infak sedekah dan wakaf dalam peran pengentasan kemiskinan di Asia Tenggara secara lintas Negara, bahkan lintas benua hingga Afrika.

3rd International Islamic Philantrophy - wakaf pro 99 - sinergi foundation

Karenanya, Indonesia Magnificent of Zakat (IMZ), bersinergi bersama lembaga filantropi lintas Negara, semisal: Dompet Dhuafa, Sinergi Foundation, Institut Kajian Zakat (IKaZ) Malaysia, Lembaga Wakaf Produktif (WakafPro 99), Baitul Maal Muamalat (BMM), dan beberapa lainnya menggelar Seminar Internasional Filantropi Islam ke- 3, yang insya Allah akan selenggarakan pada:

Waktu/ Hari   : Selasa-Kamis (3-5 Maret 2015)

Tempat         : Hotel Golden Flower, Bandung

Narasumber   :

Undangan      :     Perwakilan ZISWAF Malaysia  UiTM (Universiti Teknologi MARA) IKaZ

  (Institut Kajian Zakat) UiTM AIM (Amanah Ikhtiar Malaysia) PPZ  

  (Pusat Pungutan Zakat) Malaysia, Perwakilan Brunei Darussalam, 

  Warees Singapore , Zakat Organization of Philipine, Perwakilan Zakat

  Asia Tenggara lainnya, Awqaf New Zealand


Gelaran silaturahim para pegiat Filantropi Islam di Asia Tenggara hingga Afrika ini akan mengupas secara gamblang, perkembangan kajian fatwa serta praktek-praktek pengelolaan ZISWAF yang diterapkan di Asia Tenggara khususnya. Fokus pembahasan mencakup 3 hal:

1. Fiqh, Maqasid Al-Syariah dan Isu ZISWAF Kontemporer;

2. Tata kelembagaan ZISWAF; dan

3. Inovasi program ZISWAF di Asia Tenggara.

Dari topik besar ini diharapkan secara kontinu akan melahirkan gagasan-gagasan  baru dalam mentransformasikan keberkahan filantropi Islam pada kemajuan ummat dunia. Selain pemaparan pembicara tamu dan praktisi, paper yang telah masuk dan direview akan dipublikasikan dalam Jurnal Internasional Nusantara Islam yang bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung .

Kunjungan ke Firdaus Memorial Park, Inovasi Program Wakaf Asia Tenggara

Pilihan Bandung sebagai tempat gelaran acara ini bukan tanpa sebab. Selain spirit of Bandung yang menginspirasi, keberadaan Taman Wakaf Pemakaman Muslim “Firdaus Memorial Park” adalah magnet tersendiri. Aset sosial masyarakat Jawa Barat ini menjadi target visitasi para peserta, sebagai salah satu bukti nyata inovasi program filantropi Islam di negeri ini, bahkan di Asia Tenggara, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi model inovasi filantropi Islam di negaranya masing-masing.

Seperti diketahui, Taman Wakaf Pemakaman Muslim Firdaus Memorial Park diluncurkan pada Desember 2013 lalu. Berangkat dari keterbatasan lahan pemakaman di perkotaan, dan tingginya biaya pemakaman, utamanya untuk kaum dhuafa, program yang diinisiasi WakafPro 99 – Sinergi Foundation ini lahir.

Ketika orang miskin ‘dilarang’ mati, lantaran tingginya biaya untuk penyediaan lahan pemakaman, Taman Wakaf Pemakaman Muslim “Firdaus Memorial Park” hadir sebagai solusi. Mulai dari prosesi memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga memakamkan, plus penyediaan lahan pemakaman itu sendiri, murni cuma-cuma tanpa ada pungutan dalam bentuk apapun.

Saat orang berpunya merindukan ‘rumah’ masa depan yang nyaman, asri, ramah lingkungan, sesuai kaidah syar’i, serta lepas dari kepentingan bisnis yang berorientasi profit, Taman Wakaf Pemakaman Muslim “Firdaus Memorial Park” coba menawarkan alternatif pilihan terbaik, dengan pola wakaf.

Wakaf Pemakaman Jenazah Tanah Wakaf Pemakaman Pemakaman Muslim Firdaus Jasa Pemakaman Muslim

Hari ini, IMZ Gelar Seminar Internasional Filantropi Islam ke-3 di Bandung



Layanan Mobil Jenazah Gratis Layanan Pengurusan Jenazah Ambulance Gratis Jasa Ambulance Ambulance Gratis Bandung Pemakaman Asri Pemakaman Muslim Bandung Wakaf Pemakaman Islam Pemakaman Sesuai Syariah Taman Firdaus Memorial Park


Bicara filantropi (kedermawanan) Islam seperti Zakat Infak Sedekah dan Wakaf (ZISWAF), tentu tak selesai dalam 1-2 hari perbincangan. Penerapan model filantropi Islam di berbagai negara memiliki kekhasan masing-masing. Hal ini tak lepas dari kultur masyarakat maupun sistem pemerintahannya.

“Karena itu, dibutuhkan pemaparan dan diskusi untuk memperkaya pandangan dalam penghimpunan hingga pengelolaan dana ummat ini,” Kata Direktur Indonesia Magnificent of Zakat (IMZ), cum penyelenggara seminar International Islamic Philanthropy (IIP) Kushardanta Susilabudi.

Masih menurut Kushardanta, silaturahim dan menimba ilmu di antara para pegiat ZISWAF Asia Tenggara kerap diselenggarakan tidak sekadar untuk benchmarking tetapi juga meningkatkan sinergitas pengelolaan sumber daya umat. Rangkaian kerjasama ini, katanya, merupakan cerminan kesadaran untuk lebih dapat mengoptimalisasi pemanfaatan zakat infak sedekah dan wakaf dalam peran pengentasan kemiskinan di Asia Tenggara secara lintas negara, bahkan lintas benua hingga Afrika.

Berdasarkan rilis yang diterima Alhikmah, karenanya, IMZ, bersinergi bersama lembaga filantropi lintas negara, semisal: Dompet Dhuafa, Sinergi Foundation, Institut Kajian Zakat (IKaZ) Malaysia, Baitul Maal Muamalat (BMM), dan beberapa lembaga non profit lainnya menggelar seminar Internasional Filantropi Islam ke-3 di Hotel Golden Flower-Bandung dari Selasa (03/03/2015) sampai Kamis (05/03/2015).

Gelaran silaturahim para pegiat Filantropi Islam di Asia Tenggara hingga Afrika ini akan mengupas secara gamblang, perkembangan kajian fatwa serta praktek-praktek pengelolaan ZISWAF yang diterapkan di Asia Tenggara khususnya. Fokus pembahasan mencakup 3 hal: pertama, Fiqh, Maqasid Al-Syariah dan Isu ZISWAF Kontemporer; kedua, Tata kelembagaan ZISWAF; dan Inovasi program ZISWAF di Asia Tenggara.

Dari topik besar ini diharapkan secara kontinu akan melahirkan gagasan-gagasan baru dalam mentransformasikan keberkahan filantropi Islam pada kemajuan ummat dunia. Selain pemaparan pembicara tamu dan praktisi, paper yang telah masuk dan direview akan dipublikasikan dalam Jurnal Internasional Nusantara Islam yang bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.

Senin, 20 Februari 2017

PEMAKAMAN ASRI PEMAKAMAN MUSLIM FIRDAUS LAYANAN MOBIL JENAZAH GRATIS WAKAF PEMAKAMAN ISLAM PEMAKAMAN SESUAI SYARIAT ISLAM


Layanan Mobil Jenazah Gratis Layanan Pengurusan Jenazah Ambulance Gratis Jasa Ambulance Ambulance Gratis Bandung Pemakaman Asri Pemakaman Muslim Bandung Wakaf Pemakaman Islam Pemakaman Sesuai Syariah Taman Firdaus Memorial Park
History | Firdaus Memorial Park
Firdaus Memorial Park lahir atas dasar pemikiran semakin sempitnya lahan pemakaman yang ada khususnya di daerah perkotaan, sedangkan menyediakan lahan pemakaman hukumnya fardhu kifayah (kewajiban kolektif). Selain itu banyak pula lahan pemakaman di Indonesia yang tidak asri, tidak nyaman, dan tidak ramah lingkungan bahkan terkesan menyeramkan. Di sisi yang lain bahwa biaya pemakaman di Kota Bandung khususnya bisa mencapai Rp 700 ribu hingga Rp 2 Juta yang mana sangat memberatkan keluarga dhuafa.
Maka dari hal-hal tersebut diatas, WakafPro 99 sebagai lembaga wakaf produktif melahirkan Program Firdaus Memorial Park yang dikelola dengan konsep wakaf, bukan bisnis atau komersil.
Konsep Asri, Nyaman, Ramah Lingkungan dan Sesuai Syariah dalam Program Firdaus Memorial Park dijabarkan sebagai berikut:
Asri artinya indah dan enak dipandang mata. Konsep pemakaman muslim ini harus jauh dari kesan kumuh dan menyeramkan, bahkan harus lebih mirip dengan taman daripada kuburan.
NYAMAN artinya membuat tenang siapapun yang datang. Konsep pemakaman ini harus membuat khusyu’ dan nyaman siapapun yang berziarah atau yang mengantarkan jenazah. Karenanya, area pemakaman ini harus dijauhkan dari banyaknya pengemis dan segala hal yang mengganggu kenyamanan, bahkan harus ada fasilitas-fasilitas ibadah dan umum, semisal masjid, pesantren, minimarket, meeting point, dll.
Ramah Lingkungan artinya bersahabat dengan alam. Konsep pemakaman harus steril dari bangunan atau tembok yang akan menghalangi penyerapan air.
Sesuai Syariah berarti sesuai dengan contoh Rasulullah saw. diantaranya adalah larangan untuk mendirikan bangunan di atasnya, mencegah peziarah untuk melaksanakan ibadah di atasnya, dan mencegah anak-anak atau siapapun bermain-main sehingga menginjak makam.
Kami mengajak kaum muslimin untuk berwakaf dalam Program tersebut, cukup dengan berwakaf nominal 15 juta + Infaq Operasional 10%(Rp 1.500.000), muwakif mendapatkan benefit:
Kavling ukuran 2x1 sebanyak 2 lahan untuk muwakif dan keluarga,
Termasuk berwakaf penyediaan kavling yang sama untuk keluarga dhuafa,
Wakaf untuk program sosial lainnya
Wakaf untuk berbagai macam usaha produktif (wakaf produktif)
Insya Allah, berapapun dana yang anda wakafkan dalam program Firdaus Memorial Park, akan menjadi amal jariah yang pahalanya akan terus mengalir sebagai bekal dalam menapaki perjalanan hidup selanjutnya.